Kondisi Kapal Labil, Operasi Bawah Air KM Virgo Transport 8 Resmi Dihentikan

By Admin


Basarnas

nusakini.com, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menghentikan operasi penyelaman untuk melacak korban insiden KM Virgo Transport 8 pada Minggu, 4 Oktober 2026. Keputusan strategis ini terpaksa diambil tepat pada hari ke-21 pencarian demi menjaga keselamatan nyawa para personel penyelamat di lapangan.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memaparkan bahwa stabilitas struktur bangkai kapal di dasar laut kini sudah sangat membahayakan para penyelam. Selain itu, perubahan kondisi fisik jasad korban yang belum sempat dievakuasi juga menjadi pertimbangan krusial dalam pengambilan kebijakan tersebut.

Tim evakuasi melaporkan bahwa penarikan manual dari bawah air saat ini justru berpotensi merusak keutuhan jenazah. "Jika sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini kondisinya dapat terurai saat proses evakuasi berlangsung," ungkap Syafii merinci kendala biologis tersebut.

Upaya maksimal dari regu penyelam sebenarnya telah dikerahkan secara terus-menerus. Sayangnya, operasi bawah air selama tiga hari terakhir sama sekali tidak membuahkan temuan tambahan.

Walaupun area lambung kiri kapal tercatat belum tersentuh, tim SAR memilih mundur karena tingkat bahayanya dinilai terlalu mematikan. Otoritas pencarian kini secara tegas meminta pertanggungjawaban pemilik kapal untuk segera mengeksekusi operasi pengangkatan kapal atau salvage.

Langkah salvage ini diyakini sebagai satu-satunya metode aman guna mengevakuasi sisa korban yang diprediksi masih terperangkap di dalam kabin. Meskipun penyelaman disetop, Basarnas memastikan operasi pencarian secara umum tetap berjalan melalui metode penyisiran di atas permukaan laut.

Area pantauan petugas kini diperluas melingkupi perairan pesisir Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan catatan resmi manifes, tim gabungan masih berupaya keras melacak keberadaan 55 penumpang yang dinyatakan hilang.

Perkembangan proses evakuasi sejak minggu pertama menunjukkan angka penemuan korban yang cukup signifikan. "Hingga hari ke-21, sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia," pungkas Syafii dalam laporan akhirnya. (*)